Proses
Penyembuhan Luka
Hemostasis adalah penghentian pendarahan dari suatu pembuluh
darah yang rusak, berarti juga pencegahan kehilangan darah. Untuk terjadinya
pendarahan dari suatu pembuluh, dinding pembluh harus mengalami kerusakan dan
tekanan di bagian dalam pembuluh harus lebih besar daripada di luarnya.
Bila pembuluh darah terputus atau pecah, proses hemostasis
mengalami beberapa langkah, yaitu :
1. Spasme
Vaskular
Spasme vaskular mengurangi aliran
darah melalui pembuluh yang cedera
Pembuluh darah yang terpotong atau
robek akan segera berkonstriksi. Hal ini disebabkan oleh refleks saraf dan
spasme miogenik lokal. Refleks saraf diduga diawali oleh impuls yang berasal
dari pembuluh yang mengalami trauma atau jaringan yang berdekatan. Konstriksi
ini memperlambat darah mengalir dan memperkecil kehilangan darah. Permukaan –
permukaan endotel yang saling berhadapan juga saling menekan sehingga permukaan
tersebut saling melekat satu sama lain dan semakin menambal pembuluh darah yang
rusak. Tindakan fisik ini tidak cukup untuk menghambat pengeluaran darah secara
sempurna, namun cukup untuk meminimalkan aliran darah yang melalui pembuluh
yang rusak. Spasme vaskular lokal ini berlangsung selama 20 – 30 menit, selama
waktu ini dapat berlangsung proses sumbatan trombosit dan pembekuan darah.
2. Pembentukan
Sumbat Trombosit
Trombosit menggumpal untuk
membentuk sumbat di bagian pembuluh yang terpotong atau robek.
Trombosit dalam keadaan normal
tidak melekat pada permukaan endotel pembuluh darah yang licin. Tetapi bila
trombosit bersentuhan dengan permukaan vaskular yang rusak, seperti serabut
kolagen dalam dinding vaskular, maka trombosit akan segera mengubah sifatnya:
mulai membengkak, membentuk formasi tak teratur dengan sejumlah penonjolan,
menjadi lengket sehingga melekat pada serabut kolagen, dan mensekresikan ADP
untuk peningkatan jumlah trombosit. Pengelompokan ini membentuk sumbat
trombosit. Jika celah yang ada pada pembuluh darah kecil, maka sumbat trombosit
sendiri dapat menghentikan pendarahan,
tetapi jika terdapat lubang yang besar maka diperlukan bekuan darah untuk
menghentikan pendarahan.
3. Koagulasi
Darah ( pembentukan bekuan darah )
Mekanisme ketiga untuk hemostsis
adalah pembentukan pembekuan darah. Koagulasi atau pembekuan darah adalah
transformasi darah dari cairan menjadi gel padat. Pembentukan bekuan di atas
sumbat trombosit memperkuat dan menopang sumbat, meningkatkan tambalan yang
menutupi kerusakan pembuluh. Bekuan mulai timbul dalam 15 – 20 detik bila
trauma dinding vaskular berat dan dalam 1 – 2 menit bila traumanya ringan. Zat
aktivator yang berasal dari dinding vaskular yang mengalami trauma serta dari
trombosit dan protein – protein darah yang melekat pada kolagen dinding
vaskular yang mengalami trauma mengawali proses pembekuan. Dalam 3 – 6 menit
setelah robeknya pembuluh, seluruh ujung pembuluh yang terpotong atau yang
patah diisi dengan bekuan. Setelah 30 menit sampai satu jam, bekuan mengalami
retraksi, yang menutup pembuluh lebih lanjut.
4. Pertumbuhan
jaringan fibrosa
Bila telah terbentuk bekuan darah,
maka akan diikuti oleh dua keadaan, yaitu bekuan terinvasi oleh fibroblast yang
selanjutnya akan membentuk jaringan ikat di seluruh bekuan, atau bekuan dapat
melarut. Namun, yang umumnya terjadi pada bekuan yang terbentuk adalah invasi
pada fibroblast, dimulai dalam beberapa jam setelah bekuan terbentuk, dan
diteruskan menjadi jaringan fibrosa yang terjadi kira – kira dalam 7 – 10 hari.
Namun bila terjadi massa bekuan yang besar, seperti darah yang menerobos ke
dalam jaringan, zat – zat khusus dalam bekuan menjadi aktif dan menjadi berfungsi
sebagai enzim untuk mencairkan bekuan.
Mekanisme pembekuan darah secara
umum terjadi dalam tiga tahap penting :
§ Suatu zat
yang dinamakan aktivator protombin terbentuk akibat robeknya pembuluh atau
rusaknya darah itu sendiri
§ Aktivator
protombin mengaktifkan perubahan protombin menjadi trombin
§ Trombin
bekerja sebagai enzim yang mengubah fibrinogen menjadi benang – benang fibrin
yang menyaring sel – sel darah merah dan plasma untuk mementuk bekuan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar